Halo, tidak terasa akhirnya hampir sampai ke final project.

Ya, di akhir perkuliahan mata kuliah Interaksi Manusia Komputer dan Antarmuka nanti, setiap kelompok harus membuat sebuah final project yang berkaitan dengan IoT (Internet of Things).

Sebelum melakukan eksekusi final project, dalam postingan blog kali ini akan dipaparkan ide dan latar belakang final project Izii Team.

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang hingga saat ini sulit diatasi karena jumlahnya yang semakin meningkat dari hari ke hari. Menurut Geotimes pada tahun 2015, “Sampah yang dihasilkan Indonesia secara keseluruhan mencapai 175.000 ton per hari atau 0,7 kilogram per orang. Sayangnya, pada 2014, data statistik sampah di Indonesia mencatat bahwa Indonesia menduduki negara penghasil sampah plastik kedua terbesar di dunia setelah Cina” [1].

Kota Bandung pun tak luput dalam ikut serta menyumbang jumlah sampah sebesar 1600 ton per harinya [2]. Meskipun saat ini pemerintah telah mengupayakan pengolahan sampah guna mengurangi jumlah sampah, namun hingga saat ini hal tersebut dirasa kurang maksimal dan jumlah sampah terus-menerus meningkat dan menumpuk.

Pengelolaan dan pengolahan sampah saat ini masih sangat minim dilakukan. “Sebagian besar sampah rumah tangga di Indonesia kurang begitu dimanfaatkan dan cenderung diangkut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Akhir Tempat Pembuangan (TPA). Faktanya, hanya sebagian kecil dari sampah rumah tangga yang dikonversi menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih, sebagai contoh hanya 7,15 % dari sampah yang terkumpul dikonversi menjadi pupuk. Implikasinya, kebanyakan sampah dikirim ke TPA, sekitar 60% dari TPA di Indonesia akan mencapai batas kapasitas maksimum pada tahun 2015 (Kementrian Lingkungan Hidup, 2008b) [3]”.

Berdasarkan hal tersebut, kelompok kami merasa perlu adanya sebuah sistem pengelolaan sampah yang efektif dan efisien. Maka, pada final project ini diajukan sebuah ide pembuatan sistem bernama “Si Gentong” (Smart Indicator of Garbage Bin).

SiGentong (Smart Indicator of Garbage Bin) merupakan sebuah sistem pemilah sampah cerdas yang dapat dimanfaatkan untuk memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Si Gentong akan menerima masukan berupa sampah dan akan melakukan pemisahan sampah menjadi empat jenis utama, yaitu sampah kertas, plastik, kaleng, dan sampah umum.

Si Gentong juga dilengkapi dengan indikator tingkat kepenuhan. Hal ini akan memberi data bagi sistem sehingga dapat memberi notifikasi kepada para pengangkut sampah untuk datang mengambil sampah jika kondisi gentong sedang penuh untuk mengembalikan gentong ke kondisi awal yaitu kosong dan siap untuk menerima sampah. Sistem juga akan menyimpan jumlah sampah yang telah berhasil dipilah tiap bulannya sehingga dapat dijadikan bahan untuk dianalisis lebih lanjut. Pemilahan dan pengelolaan sampah ini dapat membangun kesadaran pada diri manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Berikut adalah skema sistem SiGentong secara umum.

skema

Detil analisis dan pengembangan proyek ini akan diposting pada postingan berikutnya.

Have a nice day!

Siti Aisyah/18214042

Sumber:

[1] http://geotimes.co.id/2019-produksi-sampah-di-indonesia-671-juta-ton-sampah-per-tahun/#gs.WFD7_l0

[2] http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/02/15/rp-137-miliar-untuk-pengelolaan-sampah-kota-bandung-393621

[3] http://sampahmasyarakat.com/2016/03/21/statistik-sampah/

Advertisements