Halo, apa kabar semuanya? Pada posting kali ini, saya ingin menceritakan kabar Si Gentong. Semoga masih ingat dengan Si Gentong ya, seperti yang sudah saya jelaskan pada postingan sebelumnya.

Jadi, setelah dipaparkan ide dan latar belakang pada postingan sebelumnya, pada postingan ini akan dijelaskan mengenai alternatif solusi dan alur kerja Si Gentong.

 

idea.png

 

Setelah beberapa kali melakukan diskusi bersama Izii Team, kami menghasilkan alternatif solusi sebagai berikut.

 

1. Sistem Pemilah Sampah Otomatis

Sistem ini secara otomatis dapat memilah sampah berdasarkan jenisnya. Misalnya, sampah organik dan sampah anorganik. Sistem ini dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pengolahan sampah untuk didaur ulang dan dimanfaatkan kembali.

2. Sistem Indikator Kepenuhan Tempat Sampah

Sistem ini dapat mendeteksi tingkat kepenuhan tempat sampah. Apabila tempat sampah penuh, maka petugas pengangkut sampah akan mendapatkan notifikasi agar dapat segera mengangkut sampah di tempat sampah tersebut. Hal ini menjadikan waktu pengangkutan sampah menjadi efektif dan efisien, selain itu juga dapat mengurangi kemungkinan sampah yang bercecer akibat tempat sampah yang sudah penuh tidak segera dikosongkan. Sistem juga dapat mencatat waktu dimana tempat sampah penuh, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai data untuk pengelolaan sampah yang lebih baik kedepannya.

3. Hybrid 

Sistem ini merupakan gabungan antara alternatif solusi pertama dan alternatif solusi kedua. Sehingga sistem ini  dapat melakukan pemilahan secara otomatis dan memberikan notifikasi apabila tempat sampah telah penuh.

Berikut adalah penilaian yang dilakukan terhadap ketiga alternatif solusi tersebut.

tabelperbandingan

Pada tabel tersebut, ketiga alternatif solusi dibandingkan berdasarkan performansi, biaya, waktu, dan risiko yang dimiliki. Berdasarkan hasil analisis, solusi yang paling mungkin untuk dikembangkan adalah alternatif solusi kedua, yaitu Sistem Indikator Kepenuhan Tempat Sampah.

Adapun alur kerja Si Gentong (Smart Indicator of Garbage Bin) adalah sebagai berikut.

flowchart

Pada saat Si Gentong beroperasi, sistem akan menyalakan dan melakukan inisiasi variabel awal. Lalu, sensor LDR yang terpasang sisi samping di dalam tempat sampah akan membaca intensitas cahaya yang dipancarkan oleh laser yang dipasang berhadapan dengan LDR. Apabila tempat sampah penuh dan menghalangi cahaya yang dipancarkan oleh laser ke LDR selama lebih dari tiga detik, hal tersebut menjadi indikasi bahwa tempat sampah penuh. Maka akan dikirimkan data lokasi dan waktu dimana tempat sampah tersebut penuh. Kemudian dikirimkan pemberitahuan kepada petugas pengangkut sampah, selain itu data pada server akan diperbaharui dan disimpan.

Sekian postingan mengenai Si Gentong. Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Salam,

Siti Aisyah/18214042.

Advertisements